First Media Memang Terdepan Sehingga Saya Tertinggal di Belakang

first-media-ternyata-mengecewakanTak habis kekaguman saya terhadap First Media. Hasil pencarian di Google menyebutkan “First Media adalah layanan cable TV HD terdepan & internet broadband tercepat di Indonesia“.

Kalau ada yang menuduh itu hanya akal-akalan teks demi SEO, saya menolak keras! Itu tulus, bukan hanya klaim sepihak. Itu faktual. Sebuah perusahaan cap “Tbk.” tak bisa dan tak mungkin main-main.

Pastilah teknologi penagihan di perusahaan itu juga terdepan, jauh mendahului saya, sehingga tadi siang (21/10/2014, pukul 13.47) di kotak surat saya ada electronic billing statement.

Oh, itu pasti hasil keunggulan teknologi dalam administrasi karena sekarang bukan zamannya mempekerjakan kerani dan opas untuk mencatat dan mengirimkan tagihan secara manual dengan “potlot tinta”.

Alhasil…

  • Karena dibuat oleh mesin maka tanggal pembuatan dan pengiriman boleh mengabaikan fakta bahwa 15/10/2014 itu internet saya mati, sudah hari ketiga
  • Mesin tak perlu tahu bahwa petugas layanan pelanggan secara lisan, via telepon, sudah menjanjikan akan melakukan “adjustment” terhadap tagihan bulan ini karena saya menanyakan kompensasi untuk kerugian akibat pekerjaan berhenti gara-gara internet mati
  • Mesin pembuat tagihan dan pengirim tagihan tak punya pengandaian jika  saat pengiriman via e-mail ternyata internet saya (misalnya) masih padam berkelanjutan sehingga tagihan tak terbaca oleh saya

Memang sempat terpikirkan oleh saya yang awam ini bahwa…

  • Manusia bisa mengintervensi mesin untuk mengurangi tagihan karena selalu ada sistem untuk menangani pekerjaan mesin yang diperintah oleh manusia
  • Intervensi tersebut, dengan segala persyaratannya, hanya mungkin jika ada tata kelola yang mengaturnya

Akan tetapi dua hal itu segera terbantahkan oleh pengetahuan baru saya akibat kekaguman terhadap First Media. Bukankah sebagai yang terdepan dia bakal meninggalkan saya?

Memalukan juga, saya baru paham bahwa automation (eh, otomasi) adalah… segala hal diserahkan kepada mesin yang bernama sistem komputer supaya manusia bisa melakukan hal lain yang lebih bernilai dan bersenang-senang.

Bahwa akibatnya ada pelanggan yang tak bahagia, itu salah si pelanggan kenapa tak sejak awal minta situasi dan kondisinya dimasukkan ke dalam sekrup otomasi.

Filsafat rumit tadi bisa disederhanakan menjadi “salah pelanggan kalau sampai dia tetap terima tagihan internet mahal selagi internetnya mati seminggu”.

Intinya adalah salah si pelanggan kenapa tak berada di bagian terdepan. Sekali lagi saya menjura untuk First Media yang terdepan dalam mengajari saya yang awam ini. Saya ingin belajar supaya menjadi relatif sedikit agak lumayan mendekati pintar. Tentu dengan berguru kepada First Media nan mulia dan senantiasa terdepan.

*) Lho bukannya tagihan dengan “adjustment” itu baru sebulan lagi? Oh iya ya, namanya juga terdepan. Segala hal tak terjangkau oleh saya karena jauh meninggalkan saya.

Iklan

Satu pemikiran pada “First Media Memang Terdepan Sehingga Saya Tertinggal di Belakang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s